Pos

INTRO

APA ITU HIDUP MINIMALIS

Hidup Minimalis adalah? Kesadaran untuk hidup sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.


Bagaimanakah latar belakang menerapkan gaya hidup minimalis? Saya pribadi sebenarnya merasakan gaya hidup minimalis sebagai kesadaran sekaligus panggilan yang muncul bertahap dalam proses hidup saya. Jadi kalau misalnya ditanya kapan saya mulai menerapkan gaya hidup minimalis ini memang jawabnya tidak bisa menunjuk ke satu waktu tertentu tapi lebih ke proses, yang bahkan sampai detik ini saya masih berproses. 

Apa dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari? Apa manfaat yang dirasakan dari gaya hidup ini? Yang pasti Hidup menjadi lebih teratur, efisien, hemat waktu, dan ringan. Tidak ada beban dan keterikatan semu pada benda-benda atau hal-hal yang sejujurnya kurang penting. Saya menjadi lebih bebas melakukan apa saja atau pergi kemana saja. Hidup saya berubah 180 derajat setidaknya dari beberapa tahun sebelumnya.

Saya membaca di beberapa ulasan tentang gaya hidup minimalis, bahwa seseorang yang memilih gaya h…

BELANJA DISAAT BUTUH

Gambar
Tidak perlu patokan setahun sekali atau dua kali untuk belanja. Kalau dirasa butuh ya beli saja.
Mengubah kebiasaan dari yang awalnya hobi belanja dan suka asal beli barang menjadi belanja dengan penuh kesadaran, memang membutuhkan panggilan, niat dan komitmen yang kuat. Jika memang tidak ada panggilan dan kesadaran dari dalam diri, orang yang biasa hidup sebagai tukang belanja bisa tersiksa jika tiba-tiba harus berhenti atau membatasi diri untuk tidak berbelanja.
Begitu juga saya, yang merasakan beratnya menahan diri untuk tidak belanja. Saya sempat mengatur jadwal belanja (selain bahan pokok) seperti 6 bulan atau setahun sekali. Tapi ternyata susah. Saat ada benda yang perlu dibeli jadi merasa gagal dengan komitmen yang dibuat sebelumnya. Lama-lama saya berpikir kenapa saya jadi menyiksa diri sendiri. Saya mencoba mengevaluasi diri, lalu saya sadar, untuk menjadi bijak dalam berbelanja, bukan didasarkan pada berapa bulan sekali kita berbelanja namun lebih kepada apa yang kita beli? Ap…

KAMAR HOTEL

Gambar
Perlakukan kamar seperti kamar hotel yang bisa kita tinggalkan kapan saja dalam satu atau dua koper.
Saya suka suasana kamar hotel yang bersih dan minim barang. Saat tinggal di hotel, kita juga tidak bisa membawa terlalu banyak barang supaya tidak repot saat harus berkemas dan check out. Sangat pas dengan tema gaya hidup minimalis.
Ini sangat menginspirasi saya untuk mengaplikasikannya di kamar tidur. Sama seperti yang lain. Kamar saya terdiri dari kasur, tv, meja kecil, dan lemari. Bedanya, tidak  banyak pernak-pernik atau pajangan di sana. Hanya ada satu tanaman air di dalam botol yang menggantung di jendela dan satu akuarium kecil di atas meja.

Jika suka menginap di hotel karena menyukai kesan bersih dan lapangnya kamar hotel, kenapa tidak menciptakannya sendiri di kamar kita? Dan rasakan suasana tidur di hotel setiap hari.

TERLALU MUDAH DIBERSIHKAN

Gambar
Apalagi yang harus dibersihkan, jika hanya ada ini?
Rasanya sudah umum bahwa disetiap rumah pasti ada pajangan atau item dekoratif yang sengaja dipasang untuk mempercantik interior ruangan. Nenek dan Ibu saya suka memajang berbagai macam patung keramik kecil dan souvenir pernikahan di dalam lemari kacanya. Ada juga barisan bingkai-bingkai foto dan bunga-bunga plastik yang meramaikan meja ruang tamu.  Ditambah lagi lukisan dan pajangan di dinding. Penuh dan ramai! Dan bagi mereka, itu membuat ruangan lebih hidup dan menarik dibandingkan meja dan dinding kosong yang menurut mereka akan dirasa hambar.
Mungkin ini terkait masalah selera. Seperti saya yang kemudian menjadi pengagum Zen dan desain minimalis ala Jepang dan Skandinavian. Ruangan yang minim perabotan dengan pemilihan warna-warna lembut, dimana mata bisa memandang dengan luas dan lega, menurut saya itu jauh lebih keren, modern dan berkelas.
Lebih jauh lagi, saya menyadari keuntungan dari ruangan dengan sedikit barang, yaitu akan …

DECLUTTERING

Gambar
Kurangi timbunan! Membuang yang tak perlu.
Kebiasaan mensortir barang-barang yang sudah jarang dipakai untuk dihibahkan atau dibuang sebenarnya sudah saya lakukan sejak lama. Tapi sepertinya tidak ada perubahan berarti. Kamar saya tetap penuh dan “ramai”.  Pakaian, mainan, pajangan, buku, kertas dan “sampah-sampah” lainnya yang dibuang nampaknya tidak lebih dari 10%. Jelas saja timbunan barang masih terasa disana sini. Sekarang saya baru sadar, dulu, keterikatan semu saya terhadap barang masih sangat kuat. Setiap akan menyingkirkan “sampah-sampah” itu, selalu muncul penyakit lama, “dibuang sayang.” Melihat tas robek yang bahannya lucu, eh.. tidak jadi dibuang. Melihat cermin yang masih bagus di dalam dompet rusak, eh.. tidak jadi dibuang. Begitulah seterusnya, hingga niat awal yang sebelumnya ingin mengurangi timbunan beralih menjadi menata kembali, tidak ada perubahan berarti. Timbunan itu tetap ada! Tak peduli seberapa sering melakukan decluttering, timbunan itu tidak akan menghilang!

KOLEKTOR SAMPAH

Gambar
Berantakan!
Kamar berukuran 3x3m itu menjadi saksi betapa maksimalisnya saya dulu. Pakaian menumpuk di gantungan baju di belakang pintu. Nyamuk beterbangan begitu tumpukan baju itu ditepuk. Kertas kado, souvenir pernikahan, kerajinan tangan, majalah, poster, kerikil, benang, kerang, stik es krim semua ada di kamar itu.“
Sejak kecil saya memang suka dengan seni keterampilan dan hobi membuat kerajinan tangan. Melihat kertas kado bekas bermotif lucu saja, tangan saya rasanya gatal ingin membuat suatu karya. Seringkali jika belum terpikirkan akan membuat apa, kertas kado bekas itu tetap akan saya simpan. Begitulah seterusnya hingga barang-barang tidak berguna itu semakin memenuhi kamar saya. Entah itu di tembok, di kolong tempat tidur, di laci, atau di atas lemari, hampir tidak ada sudut yang kosong. Penuh barang dan sesak.  
Lama tak tersentuh, tak jarang debu menempel di sana sini. Bersih-bersih hanya sebatas rutinitas menyapu lantai tanpa mengotak-atik pajangan yang ada. Alhasil hanya d…

TAKUT TUA

Gambar
Apakah kamu siap tua?
Kebanyakan orang takut tua, benarkah? Saya sering pergi ke mall dan melihat nenek-nenek yang ber make-up tebal, alisnya dibentuk, rambutnya mengembang seperti harum manis,  ubannya tersamarkan oleh cat rambut, bibirnya merah, dan tak jarang banyak yang rela mengeluarkan uang lebih untuk operasi kelopak mata yang turun atau menghilangkan keriput.
Pernah juga saya mengedit foto klien yang memang sudah berusia lanjut. Sesuai permintaan, dia ingin keriputnya tersamarkan, double chin atau gelambir lemak dibawah dagu juga minta dihilangkan. Saya pikir, semua orang yang mengenalnya pasti tahu wajah aslinya, kenapa harus berpura-pura seperti ini?
Saya juga kaget melihat teman saya yang tak terima karena mukanya mendadak tua saat bermain dengan sebuah aplikasi di smartphone yang bisa mengubah wajah kita menjadi tua. Menurutnya wajahnya di aplikasi itu menjadi jelek dan menyeramkan. Padahal semua orang yang lanjut usia juga pasti mengalaminya kan? Keriput dan peyot. Sepertiny…

TRAVELING MAKSIMAL DENGAN BAWAAN MINIMAL

Gambar
"Pergi berlibur tanpa membawa banyak barang, kami bebas pergi kemana saja, menjelajah sepuasnya, dan benar-benar berwisata!"Berapa banyak barang yang perlu kita bawa pada saat bepergian? Semua tergantung dari beberapa faktor. Pertama, seberapa lama kita pergi. Kedua, kemana atau apa tujuan perjalanan kita. Ketiga, dengan siapa kita pergi. Barang bawaan untuk perjalanan selama dua atau tiga hari tentunya berbeda dengan barang bawaan untuk perjalanan selama dua minggu atau satu bulan. Tujuan perjalanan juga kadang menentukan seberapa banyak barang bawaan kita, apakah itu liburan, bisnis, atau urusan yang lain. Dengan siapa kita pergi? Pergi sendiri dengan menanggung tanggunan kita sendiri? Atau pergi dengan anak kecil atau orang tua yang sudah lanjut yang sepenuhnya bergantung pada kita? Membawa tanggungan selain diri kita pastinya tidak akan cukup jika hanya membawa sebuah tas ransel. Dengan pedoman hidup minimalis, selama apapun, untuk tujuan apapun, dan dengan siapapun kita…