Pos

INTRO

APA ITU HIDUP MINIMALIS

Hidup Minimalis adalah? Kesadaran untuk hidup sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.


Bagaimanakah latar belakang menerapkan gaya hidup minimalis? Saya pribadi sebenarnya merasakan gaya hidup minimalis sebagai kesadaran sekaligus panggilan yang muncul bertahap dalam proses hidup saya. Jadi kalau misalnya ditanya kapan saya mulai menerapkan gaya hidup minimalis ini memang jawabnya tidak bisa menunjuk ke satu waktu tertentu tapi lebih ke proses, yang bahkan sampai detik ini saya masih berproses. 

Apa dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari? Apa manfaat yang dirasakan dari gaya hidup ini? Yang pasti Hidup menjadi lebih teratur, efisien, hemat waktu, dan ringan. Tidak ada beban dan keterikatan semu pada benda-benda atau hal-hal yang sejujurnya kurang penting. Saya menjadi lebih bebas melakukan apa saja atau pergi kemana saja. Hidup saya berubah 180 derajat setidaknya dari beberapa tahun sebelumnya.

Saya membaca di beberapa ulasan tentang gaya hidup minimalis, bahwa seseorang yang memilih gaya h…

WABI SABI

Gambar
Bukan cetakan mesin, tapi pahatan tangan yang kasar.  Bukan mangkok porselen yang halus,  tapi mangkok lempung yang bergelombang,  bahkan ada retakan.  Bukan perabotan dengan ukuran presisi dan kesempurnaan finishing hingga ke setiap sudutnya,  tapi meja kursi dari gelondongan kayu mentah, kasar dan berserat yang dibiarkan apa adanya,  Bukan gagang sendok yang berbentuk lurus sempurna,  tapi yang bengkok dalam proses tempaan. 

Itulah Wabi Sabi, suatu konsep estetika atau seni dari Jepang yang mengajak kita untuk dapat menghargai dan merasakan keindahan dari suatu ketidaksempurnaan, menikmati perubahan yang nyata dari siklus alam,  kelahiran dan kematian, ada dan tiada, mengagumi proses menua yang alami. Tanpa usaha keras untuk mempercantik apapun itu. "Kamu" / "Itu" indah apa adanya.
Mungkin ini nampak sebagai antitesa dari desain dan gaya arsitektur barat yang dikenal dengan totalitas dalam kesempurnaan matematis dalam perencanaan desain hingga tak melewatkan satu deta…

TES IVA DI PUSKESMAS TELUK GONG PENJARINGAN

Gambar
Update 13 Juni 2017
Setelah 2 tahun menunda tes IVA, akhirnya hari ini kesampaian juga. Dulu saya gagal gara-gara mens belum bersih, jadi sebelum tes pastikan kita sedang tidak mens dan sehari sebelumnya tidak berhubungan suami-istri. Saya datang sekitar jam setengah 7, karena selama puasa puskesmas buka lebih awal (dari jam 7.30 menjadi 7.00). Oh iya, Tes IVA hanya ada hari selasa dan jumat saja ya! Dan sebaiknya pagi.

Langsung deh ambil nomor antrian. Jangan salah pencet ya! Nomor antriannya yang KIA (Klinik Ibu dan Anak) bukan yang nomor antrian Umum. Kalau bingung tanya saja security yang duduk disebelahnya, bilang saja mau Tes IVA. Selanjutnya nomor kita akan dipanggil, langsung deh ke loket. Jangan lupa siapkan kartu BPJS (untuk ditunjukkan ke petugas saja), petugas biasanya akan menanyakan nama dan TTL kita (kalau sudah pernah berobat, nama kita akan muncul di sistem) kalau belum biasanya disuruh isi form dulu.
Selanjutnya, kita akan diarahkan untuk naik ke lantai dua. Di sini …

TEMPAT BARU TIMBUNAN BARU

Gambar
Belilah tempat penyimpanan baru jika memang SUDAH SANGAT DIBUTUHKAN. Jangan membeli lemari, kotak atau kontainer barang baru cuma untuk iseng, karena hanya akan mengundang timbunan barang baru. Siapa yang tidak tergoda untuk meletakkan barang di lemari baru yang masih kosong melompong?Buatlah komitmen dan target untuk memiliki 2 atau 3 tempat penyimpanan saja. Jika barang kita sudah mulai membludak, jangan cepat-cepat memutuskan membeli tempat penyimpanan baru. Karena bisa saja masalahnya bukan karena tempat penyimpanannya yang kurang luas tapi barang kita yang kebanyakan.Hindari membeli tempat penyimpanan baru untuk iseng, padahal sebenarnya kita belum terlalu memerlukannya. Membeli tempat penyimpanan baru hanya akan mengundang timbunan barang baru karena saat merasa ada ruang kosong, tangan pasti gatal ingin menaruh sesuatu di sana. Selain lemari, kami baru saja membeli satu kontainer besar untuk menaruh peralatan camping dan outdoor kami yang sebelumnya menumpuk dan agak berantak…

BELANJA DISAAT BUTUH

Gambar
Tidak perlu patokan setahun sekali atau dua kali untuk belanja. Kalau dirasa butuh ya beli saja.
Mengubah kebiasaan dari yang awalnya hobi belanja dan suka asal beli barang menjadi belanja dengan penuh kesadaran, memang membutuhkan panggilan, niat dan komitmen yang kuat. Jika memang tidak ada panggilan dan kesadaran dari dalam diri, orang yang biasa hidup sebagai tukang belanja bisa tersiksa jika tiba-tiba harus berhenti atau membatasi diri untuk tidak berbelanja.
Begitu juga saya, yang merasakan beratnya menahan diri untuk tidak belanja. Saya sempat mengatur jadwal belanja (selain bahan pokok) seperti 6 bulan atau setahun sekali. Tapi ternyata susah. Saat ada benda yang perlu dibeli jadi merasa gagal dengan komitmen yang dibuat sebelumnya. Lama-lama saya berpikir kenapa saya jadi menyiksa diri sendiri. Saya mencoba mengevaluasi diri, lalu saya sadar, untuk menjadi bijak dalam berbelanja, bukan didasarkan pada berapa bulan sekali kita berbelanja namun lebih kepada apa yang kita beli? Ap…

KAMAR HOTEL

Gambar
Perlakukan kamar seperti kamar hotel yang bisa kita tinggalkan kapan saja dalam satu atau dua koper.
Saya suka suasana kamar hotel yang bersih dan minim barang. Saat tinggal di hotel, kita juga tidak bisa membawa terlalu banyak barang supaya tidak repot saat harus berkemas dan check out. Sangat pas dengan tema gaya hidup minimalis.
Ini sangat menginspirasi saya untuk mengaplikasikannya di kamar tidur. Sama seperti yang lain. Kamar saya terdiri dari kasur, tv, meja kecil, dan lemari. Bedanya, tidak  banyak pernak-pernik atau pajangan di sana. Hanya ada satu tanaman air di dalam botol yang menggantung di jendela dan satu akuarium kecil di atas meja.

Jika suka menginap di hotel karena menyukai kesan bersih dan lapangnya kamar hotel, kenapa tidak menciptakannya sendiri di kamar kita? Dan rasakan suasana tidur di hotel setiap hari.

TERLALU MUDAH DIBERSIHKAN

Gambar
Apalagi yang harus dibersihkan, jika hanya ada ini?
Rasanya sudah umum bahwa disetiap rumah pasti ada pajangan atau item dekoratif yang sengaja dipasang untuk mempercantik interior ruangan. Nenek dan Ibu saya suka memajang berbagai macam patung keramik kecil dan souvenir pernikahan di dalam lemari kacanya. Ada juga barisan bingkai-bingkai foto dan bunga-bunga plastik yang meramaikan meja ruang tamu.  Ditambah lagi lukisan dan pajangan di dinding. Penuh dan ramai! Dan bagi mereka, itu membuat ruangan lebih hidup dan menarik dibandingkan meja dan dinding kosong yang menurut mereka akan dirasa hambar.
Mungkin ini terkait masalah selera. Seperti saya yang kemudian menjadi pengagum Zen dan desain minimalis ala Jepang dan Skandinavian. Ruangan yang minim perabotan dengan pemilihan warna-warna lembut, dimana mata bisa memandang dengan luas dan lega, menurut saya itu jauh lebih keren, modern dan berkelas.
Lebih jauh lagi, saya menyadari keuntungan dari ruangan dengan sedikit barang, yaitu akan …

DECLUTTERING

Gambar
Kurangi timbunan! Membuang yang tak perlu.
Kebiasaan mensortir barang-barang yang sudah jarang dipakai untuk dihibahkan atau dibuang sebenarnya sudah saya lakukan sejak lama. Tapi sepertinya tidak ada perubahan berarti. Kamar saya tetap penuh dan “ramai”.  Pakaian, mainan, pajangan, buku, kertas dan “sampah-sampah” lainnya yang dibuang nampaknya tidak lebih dari 10%. Jelas saja timbunan barang masih terasa disana sini. Sekarang saya baru sadar, dulu, keterikatan semu saya terhadap barang masih sangat kuat. Setiap akan menyingkirkan “sampah-sampah” itu, selalu muncul penyakit lama, “dibuang sayang.” Melihat tas robek yang bahannya lucu, eh.. tidak jadi dibuang. Melihat cermin yang masih bagus di dalam dompet rusak, eh.. tidak jadi dibuang. Begitulah seterusnya, hingga niat awal yang sebelumnya ingin mengurangi timbunan beralih menjadi menata kembali, tidak ada perubahan berarti. Timbunan itu tetap ada! Tak peduli seberapa sering melakukan decluttering, timbunan itu tidak akan menghilang!