JARANG KEHILANGAN BARANG

Hampir tidak ada barang, hampir semua permukaan terlihat, hampir tidak pernah kehilangan barang.

Saya orang yang pelupa dan slebor, apalagi soal menaruh barang. Apalagi dulu, di kamar saya yang berantakan. Bisa ditebak, saya sering sekali kehilangan barang hanya karena lupa menyimpan atau asal menaruh barang. Baju, buku, ikat rambut, pulpen, dll sangat mudah menghilang (atau lebih tepatnya terselip) dan sulit ditemukan. Penuh dan sesaknya kamar juga seringkali membuat saya menyerah sebelum mencari, “Ah.. ga taulah!”

Seiring dengan proses kebiasaan hidup minimalis dimana saya mulai belajar melakukan decluttering, pelan-pelan tumpukkan barang yang tidak berguna berkurang. "Sampah" saya mulai menghilang!
Tak ada lagi kardus-kardus disusun di atas lemari, tak ada lagi tumpukkan buku di kolong tempat tidur, tak ada lagi pajangan-pajangan dan poster-poster menempel di tembok.

Barang-barang utama yang tersisa hanyalah kasur, lemari, meja kecil, dan satu akuarium kecil. Setidaknya itulah yang tersisa di kamar yang sekarang saya tempati bersama suami. Tidak ada pajangan selain cermin yang menempel di dinding.
Saking sedikitnya barang, hampir semua permukaan terlihat, dan saya bisa mengingat dimana meletakkan barang-barang saya.


Ini menyenangkan, karena saya jadi jarang kehilangan barang. Mana mungkin kehilangan barang di ruangan yang minim barang?

Pos populer dari blog ini

APA ITU HIDUP MINIMALIS

Peta Toko Benang Sunflower

Menikmati Pesona Lereng Gunung Ungaran di Umbul Sidomukti