Camping di Pulau Tidung

Kali ini saya akan menulis pengalaman camping saya di Pulau Tidung. Sebelumnya, saya sering cek di internet, review mengenai camping di Pulau Tidung ini sedikit sekali. Tiap kali search camping di pulau tidung yang keluar adalah orang jualan paket tour dsb. Jadi, kali ini saya akan berbagi sedikit informasi dari pengalaman saya yah semoga berguna.
Saya bersama suami berangkat tgl 1 Mei 2015 (Mayday-tanggal merah). Harga tiket kapal dari angke per orang waktu itu 40rb, jadi pp 80rb. Tidak tahu karena sedang tanggal merah/long weekend atau memang harga sudah naik (dulu harganya masih 30-35rb). Penumpang juga banyak (maklum long weekend).
Sampai di pulau tidung besar, tidak buang2 waktu kami langsung ke tujuan kami dan bergerak ke timur untuk menyebrang ke pulau tidung kecil. Di sepanjang jalan keluar dari dermaga banyak orang menawarkan becak motor dan sewa sepeda. Awalnya kami kepikiran untuk sewa sepeda. Tapi di pantai ujung timur dari pulau tidung besar ini, sebelum naik ke jembatan cintanya sudah disediakan parkiran sepeda, jadi nampaknya sepeda memang tidak boleh menyebrang ke pulau tidung kecil. Yasudah, kami memilih untuk jalan kaki saja.
Sampai di ujung jembatan cinta di pulau tidung kecil, kami melihat sudah ada dua tenda berdiri disana, disebelah kiri jembatan. Membaca review di internet, lokasi camping yang ada penjaganya sebenarnya masih harus masuk lagi ke dalam pulau. Disitu katanya ada toiletnya juga. Tapi, karena kami berpikir bahwa kami sudah menemukan lokasi yang cocok dan cukup dekat untuk menyebrang kembali ke tidung besar, akhirnya kami memilih memasang tenda disini. Kami mencari yang dekat dengan tidung besar supaya dekat dengan penjual makanan. Maklum kami tidak bawa perlengkapan untuk berburu dan memasak.
Dan saat camping, hal yang paling penting adalah keberadaan toilet. Ya, sebelumnya kami juga sempat survey lokasi.. ada toilet cukup banyak di tidung besar di belakang kios2 penjual makanan. Ada juga 2 toilet sebelum naik jembatan cinta di tempat dekat banana boat.
Nah, bagaimana di tidung kecil?
Kami sama sekali tidak masuk ke dalam pulau. Kami hanya beraktifitas di pinggir pantainya saja. Awalnya, kami pikir kami akan gantian saja menyebrang ke tidung besar untuk mandi atau buang air, tapi ketika kami mau pasang tenda, kami melihat ada papan penunjuk bertuliskan toilet, homestay dan cafe, namanya "CAPE". Lokasinya ada di pondokan melewati lokasi camping kami dan menyebrang di tengah laut melewati jembatan. Toiletnya ada 2, ada showernya juga. Tapi, sepertinya toilet ini bagian dari homestay. Entahlah, tapi kami sudah bolak balik numpang kencing dan tak ada yang jaga jadi ya lumayan tidak perlu jauh2 menyebrang ke tidung besar. Dan kalau mau numpang toilet buat mandi di sini sebaiknya kita masuk jauh2 lebih awal sebelum jam mandi karena akan ramai dan siap2 pintu di gedor2 karena antri :(
Sebenarnya agak aneh juga homestay ini, sepertinya ini baru, kamarnya tidak banyak, dan jauh dari tidung besar, air toiletnya juga asin, ga tau air payau atau air laut, ga jelas, lalu makanan yang dijual di cafenya juga ga lengkap. Di papan tertulis ada nasi goreng, dll tapi ketika saya coba mau beli katanya cuma ada masakan mie instan. Hmm... pokoknya agak ga jelas.. tapi waktu itu ada juga rombongan yang menginap disitu.
Oh iya, yang sangat disayangkan disini adalah lokasinya banyak sampah laut di pasir pantainya, ranting2 batang2 pohon sangat mengganggu. Tapi gak tau juga mungkin untuk mencegah air pasang. Nah, kalau mau yang bersihan ada di sebelah utaranya, disitu lebih bersih karena di dalam laguna yang airnya tenang dan bebas air pasang.
Bisakah camping di Tidung Besar?
Kami sempat tanya ke penjual makanan di tidung besar. Katanya kalau sore atau malam hari boleh pasang tenda di dekat saung2 di pinggir pantai dekat jembatan cinta. Tapi kalau pagi sampai siang belum boleh. Nah, kami pikir2 lokasi disitu ramai dan pasti ga enak banget jadi tontonan dan harus buru2 beres 2 di pagi hari. Jadi, kami mengurungkan niat kami untuk ngecamp di tidung besar.
Ya begitulah sedikit review saya tentang pengalaman camping singkat di pulau tidung. Semoga bermanfaat.
UPDATE APRIL 2016
Bulan April 2016 kami mencoba camping lagi di pulau tidung. Ternyata sekarang sudah tidak diijinkan lagi untuk ngecamp menginap di pinggir pantai dekat jembatan di tidung kecil. Kalau ngecamp2 santai sampai sore dan tidak menginap sih masih boleh. Tenda kami didatangi bapak2 pakai sepeda yg ternyata penjaga pulau tidung kecil. Kami diminta pindah ke dalam yg kalau jalan kaki ya lumayan jauh sampai ke dermaga tidung kecil, hampir ke ujung pulau hiks... ya sudah. Tempatnya sepi dan banyak pohon. Lebih bagus di lokasi sebelumnya. Tapi enaknya disini adalah adanya toilet dan colokan listrik.
Kesimpulan, kurang recommended. 
Lebih ok camping di pulau pari (to be continued)


Postingan populer dari blog ini

APA ITU HIDUP MINIMALIS

Peta Toko Benang Sunflower

Menikmati Pesona Lereng Gunung Ungaran di Umbul Sidomukti