BELANJA DISAAT BUTUH

Tidak perlu patokan setahun sekali atau dua kali untuk belanja. Kalau dirasa butuh ya beli saja.

Mengubah kebiasaan dari yang awalnya hobi belanja dan suka asal beli barang menjadi belanja dengan penuh kesadaran, memang membutuhkan panggilan, niat dan komitmen yang kuat. Jika memang tidak ada panggilan dan kesadaran dari dalam diri, orang yang biasa hidup sebagai tukang belanja bisa tersiksa jika tiba-tiba harus berhenti atau membatasi diri untuk tidak berbelanja.

Begitu juga saya, yang merasakan beratnya menahan diri untuk tidak belanja. Saya sempat mengatur jadwal belanja (selain bahan pokok) seperti 6 bulan atau setahun sekali. Tapi ternyata susah. Saat ada benda yang perlu dibeli jadi merasa gagal dengan komitmen yang dibuat sebelumnya. Lama-lama saya berpikir kenapa saya jadi menyiksa diri sendiri. Saya mencoba mengevaluasi diri, lalu saya sadar, untuk menjadi bijak dalam berbelanja, bukan didasarkan pada berapa bulan sekali kita berbelanja namun lebih kepada apa yang kita beli? Apakah itu tuntutan keinginan atau ego semata atau memang benar suatu kebutuhan?

Batasan waktu untuk berbelanja memang cocok dicoba oleh mereka yang masih over konsumtif agar perlahan dapat mengurangi frekuensi belanjanya dan meredam kebiasaan membeli barang yang kurang penting.


Namun, jika kita sudah sadar untuk hidup minimalis, sesungguhnya tak perlu lagi patokan atau batasan waktu belanja. Tak peduli mau diberi kesempatan untuk belanja tiap haripun, bagi seorang minimalis itu sama saja. Kuncinya ada di kesadaran masing-masing individu. Mereka yang sudah terlatih untuk fokus pada kebutuhan tidak akan over konsumtif dan akan bijak saat berbelanja tanpa merasa menyiksa diri.



Pos populer dari blog ini

APA ITU HIDUP MINIMALIS

Menikmati Pesona Lereng Gunung Ungaran di Umbul Sidomukti

Peta Toko Benang Sunflower