REVIEW BUKU : "GOODBYE, THINGS" karya FUMIO SASAKI

Kali ini saya akan membuat sedikit review tentang buku bertema hidup minimalis karya Fumio Sasaki berjudul "Goodbye, things".

Sepertinya belum ada versi bahasa Indonesianya. Dan cara termudah untuk mendapatkannya saat ini adalah dengan membeli ebook nya di playstore. Buku ini pertama kali diterbitkan di Jepang dengan judul ni mou mono wa Hitsuyou nai terbitan Wani Books tahun 2015, dan kemudian baru saja keluar versi bahasa inggrisnya pada April tahun 2017 ini di Amerika (W.W. Norton & Company) dan Inggris (Penguin Books).

Buku berisi 232 halaman ini cukup menarik mata terutama dibagian awal buku yang memperlihatkan foto-foto ruangan dan barang-barang Sasaki yang serba minimalis, maupun foto-foto transformasi before-after nya yang sangat memotivasi. Tidak hanya tentang dirinya, Sasaki juga menunjukkan lima contoh kasus dari para minimalis Jepang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Ada Hiji (seorang minimalis single sama seperti Sasaki), Ofumi dan Tee (sepasang suami istri), Yamasan (seorang Ibu dengan suami dan dua anak), dan juga Kuota Itou (seorang minimalist traveller). Disini seolah sang penulis ingin menyampaikan bahwa gaya hidup minimalis tidak hanya pas bagi mereka yang berstatus single, tapi bahkan cocok juga diterapkan dalam kehidupan berkeluarga yang memiliki anak.

Buku ini sangat hangat menyapa para minimalis pemula karena sang penulis dengan jujur dan rendah hati mengungkapkan bahwa dirinya bukanlah seorang ahli minimalis. Dengan gaya apa adanya Sasaki menceritakan bagaimana dirinya yang pada awalnya adalah seorang maksimalis kemudian berproses dan menemukan pencerahan dan manfaat positif dari hidup minimalis. Stress dengan pekerjaannya, merasa tidak aman dan tidak jelas tujuan hidupnya, dan kebiasaan suka membanding-bandingkan kehidupannya dengan orang lain, semua itu menghilang ketika suatu saat dia memutuskan untuk mengurangi barang-barangnya hingga benar-benar tersisa sangat sedikit. Manfaatnya dapat dia rasakan saat itu juga. Tanpa tumpukkan barang-barang itu, Sasaki akhirnya bisa menemukan kebebasan, ketenangan pikiran dan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Goodbye, Things lebih jauh menggali tentang alasan mengapa kita terbiasa mengukur kebahagian dan kesuksesan kita berdasarkan materi dan bagaimana gerakan hidup minimalis tidak hanya akan mengubah isi ruanganmu namun juga dapat memperkaya hidupmu. Sasaki dengan jujur berbagi tentang pengamalannya, berbagi tips dan manfaat tentang bagaimana cara hidup minimalis telah mengubah hidupnya. Visi sederhana Sasaki tentang kebahagiaan akan membuka mata kita pada potensi besar akan manfaat penerapan gaya hidup minimalis dalam hidup kita.

Postingan populer dari blog ini

APA ITU HIDUP MINIMALIS

Peta Toko Benang Sunflower

Menikmati Pesona Lereng Gunung Ungaran di Umbul Sidomukti